The Proposal

Hmm.. okay, I’ll start this.

Pertama, aku nggak bakat nge-review sesuatu… dan ini sekadar iseng krn lagi pengen nulis aja.. :)

The Proposal masuk dalam daftar film favoritku saat ini (dari sekitar 70 film tentunya.. hehehe). Kalo mau dipersempit sih ya, film ini konsepnya mirip sama What Happens in Vegas, dua orang yang awalnya tidak saling suka tiba-tiba ‘terpaksa’ menikah. Tapi menurutku, TP lebih megang dari WHV.. :)

Awalnya diceritain kalau Margaret (Sandra Bullock) itu adalah seorang editor buku terkenal. Kerjanya itu sangat perfeksionis, tidak pernah mau ada cacat, dan dia disegani sekaligus dicerca sama pegawainya. Tiap dia dateng ke kantor, semua pegawainya mesti waspada. Nggak boleh ada yang keliatan males-malesan. Nah, si Andrew (oh, he got the same name with my angel of death on TBAA!! hehehe – Ryan Reynolds) ini adalah asistennya Margaret. Margaret ini sukanya menindas Andrew. Sampai-sampai Andrew dikasih kerjaan numpuk di akhir pekan dan nggak bisa pulang kampung ke Alaska.

Tau-tau, Margaret ini bakal dideportasi balik ke asalnya, Kanada. Dan dasarnya dia nggak mau ninggalin kerjaannya di New York yang udah mapan, dia berusaha muter otak supaya gak dideportasi. Saat itulah muncul ide untuk mengakui Andrew sebagai tunangannya. Dia ngaku kalau Andrew dan dia akan segera menikah. Jadi dengan begitu kan Margaret bisa jadi warga negara Amrik. Nah, Andrew yang gak tau apa-apa, tiba-tiba dikata, “Andrew and I… are getting married…” cuma bisa bilang, “Mar… who’s getting married?” Konyol pol tampangnya! Untung ganteng! Hehehe…

Dengan segala daya dan upaya, akhirnya mereka sampai pada kesepakatan akhir (yang masih ngganjel tentunya buat Margaret), yaitu Andrew mau nikah sama Margaret asal Margaret mau nyetak naskah bukunya dan ngejadiin dia editor juga, bukan asisten editor lagi. Karena selama ini naskah Andrew selalu ditolak sama Margaret. Syaratnya simpel, kan? Cuma diterbitin bukunya dan dijadikan editor aja? Dan memang sesimpel itu keinginan Andrew yang terdalam. Tapi ternyata seberat itu hati Margaret untuk mengiyakan hal itu…

Akhirnya, untuk ngebuktiin bahwa mereka bener-bener niat mo nikah dan nggak main-main dan sudah kenal keluarga, Margaret mesti ikut ke acara keluarga Andrew di Alaska. Perjalanan dari bandara ke rumah Andrew ternyata susah banget! Jalannya ada yg blom diaspal rata, mesti naik motorboat krn rumah Andrew ada di tengah pulau… yang ternyataaaa… rumahnya gede banget!
Btw, Andrew itu orang kaya! Sepanjang jalan dari bandara ke dek kapal, Margaret ngelihat banyak toko dengan papan nama Paxon, nama keluarga Andrew. And see what Andrew said when Margaret asked him, “Why didn’t you tell me that you are rich?”, “I’m not rich. My parent’s that rich.”
Great guy! Dia tidak pernah membanggakan kekayaan orang tuanya… :)

Selama tiga hari di Alaska, mereka mesti sedikit pura-pura sama keluarga Andrew dgn bersikap romantis. Dibilang sedikit berpura-pura ya krn dasarnya mereka nggak saling benci banget kok. Andrew juga gitu-gitu menghormati Margaret yg atasannya. Dan Margaret menghargai sikap baik Andrew dgn menutupi alasan mereka menikah.
Dodolnya, neneknya si Andrew minta supaya pernikahan mereka dilakukan saat hari terakhir mereka di Alaska! Dan mereka nggak bisa nolak… Persiapan pernikahan dilakukan secara kilat.

And somehow… semua itu membuat Margaret merasa dekat dgn keluarga Andrew. Dia merasakan semua hal yang nggak pernah dia miliki dalam sebuah keluarga. Orangtuanya meninggal saat dia masih berusia 16 tahun. Satu malam, Margaret dan Andrew tanpa sadar saling curhat di kamar mereka. Margaret mengakui semua bagian menyedihkan dari hidupnya… dan Andrew, juga, mengakui kalau Margaret itu cantik… :)
What a nice start for both of them…

Bagian yang paling manis adalah… saat pernikahan mereka tepat akan dimulai (setelah si konselor-pernikahan-yg-mau-ngebuktiin-klo-Margaret-cuma-mo-nikah-sama-Andrew-agar-gak-dideportasi muncul di Alaska dan ngomongin hal itu ke ayah Andrew), Margaret tiba-tiba ngaku di depan semua orang alasan dia mau nikah sama Andrew. Andrew sudah berusaha ngehalangin Margaret, tp Margaret sudah nggak nahan. Dia bilang dia ngerasa sudah jahat banget kalau dia maksa Andrew supaya mau nikah sama dia. Nggak sepadan dgn semua yg sudah dia dapet dari Andrew dan keluarganya. Margaret bilang kalau dia nggak mau merusak kehidupan Andrew dgn menikah sama dia… Lantas dia pergi gitu aja. Balik ke New York buat ngurus masalah deportasi… (ditemenin sama si konselor tadi)

Tiga hari setelah batalnya pernikahan, barulah Andrew muncul lagi di kantornya. Tepat saat Margaret lagi packing barang-barangnya… Dan di sinilah semua yang romantis mulai muncul…

Andrew dengan sangat berbesar hati mengaku kalau selama tiga hari bersama Margaret itu sudah merubah semuanya.. apalagi sejak mereka berciuman di hari pertama mereka di Alaska di depan semua keluarga dan teman-teman Andrew di rumahnya. Semua yang dilakukan Margaret sudah membuat Andrew jatuh hati… apalagi keputusan Margaret utk membatalkan pernikahan hanya krn nggak mau menghancurkan masa depan Andrew yg bisa kena pidana krn hal itu… dari situ Andrew sadar, kalau Margaret nggak cinta juga sama dia, Margaret gak akan ngelakuin itu… :(

Dan alasan sebenernya Margaret agak segen ngabulin syarat Andrew utk menjadi editor dan penulis adalaaah… kalau Andrew jadi beken karena tulisan dan buku-bukunya, Margaret nanti bakal kehilangan asisten yang dia suka, dia nggak akan bisa ngelihat Andrew lagi krn Andrew akan sibuk dan gak akan jadi asistennya lagi, dsb… :)
Karena Margaret ngaku, tulisannya Andrew bagus banget! She said, “It’s so wonderful how you see the world in your writing…”

Ya, dan akhirnya mereka ngaku kalau mereka saling butuh, nggak bisa tinggal jauh… dsb, dsb…
Predictably… they ended up with kissing in front of their officemates!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s