Wonder Boys (2000)

Wonder Boys adalah film besutan Curtis Hanson (sutradara 8 Mile dan In Her Shoe). Genre-nya drama komedi. Dan asli, lucu abis. Bukan jenis komedi slapstik ya, tapi komedi satir. Berdasar pengalamanku setelah nonton ini berkali-kali, setiap ditonton, malah tambah ketawa. Aku nggak ngerasa basi sama film ini.

Film ini berkisah tentang seorang dosen sastra Inggris sekaligus penulis buku best selling paruh baya, Prof Grady Tripp (Michael Douglas; Wall  Street, Traffic). Dia ini dihadapkan pada kenyataan bahwa dia belum menerbitkan buku sama sekali sejak buku terakhirnya yang terbit tujuh tahun lalu. Dia juga weed smoker, ditinggalin istrinya, dan punya affair sama istri dekan di kampus tempat dia mengajar. Dan keseluruhan film ini adalah satu akhir pekan yang merubah seluruh hidup Grady. Seperti tagline di salah satu poster film: A Weekend from Hell Became the Time of His Life.
Pada hari di mana istri ketiganya meninggalkan dia, bertepatan dengan festival tahunan bagi penulis di kampus tempat Grady mengajar, editor bukunya, Terry Crabtree (Robert Downey Jr; Sherlock Holmes, Iron Man) datang ke kota tempat dia tinggal. Grady resah karena Terry pasti nanya-nanya soal buku terbaru yang sedang dia kerjakan, yang notabene nggak pernah selesai sejak tujuh tahun lalu dia memulainya.

Grady juga tanpa sengaja berurusan dengan James Leer (Tobey Macguire; Spider-Man 1,2,3), salah satu mahasiswanya yang kebetulan dekat dengan Hannah Green (Katie Holmes; Abandon, Batman Begins), mahasiswi yang menyewa kamar di rumah Grady. James adalah muridnya yang paling cerdas, tulisannya selalu jauh lebih bagus dari teman-teman sekelasnya. Namun teman-temannya selalu menganggap James orang aneh. Dan kondisi James yang seperti orang terlantar, dengan segala bualan dia tentang keluarganya yang dipercayai Grady, menggugah insting kebapakan Grady untuk membantu masalah yang sedang dihadapi James.

Pada hari itu juga, Grady mendapati fakta bahwa Sara Gaskell (Frances McDormand; Primal Fear), rektor sekaligus istri dekan di fakultas tempat dia mengajar, sedang mengandung anaknya. Sara membeberkan rencananya tentang masa depan mereka, dia akan menceraikan sang dekan. Dan karena Grady juga sudah ditinggalkan oleh istrinya, maka sepertinya tidak sulit bagi mereka untuk bersatu.
Tapi alih-alih memutuskan pilihan paling krusial dalam hidupnya, dia malah terlibat dalam masalah-masalah tidak penting yang menggelitik. Seperti James yang mencuri jaket Marylin Monroe milik sang dekan di rumahnya saat acara festival berlangsung. Grady juga mesti menyembunyikan anjing sang dekan yang ditembak mati oleh James karena anjing itu menggigit kaki Grady. Belum lagi menjauhkan sang editor, Terry, dari James karena James bisa jadi korban homoseksual Terry selanjutnya. Ditambah seorang pria bergaya rambut seperti penyanyi James Brown yang mengejar-ngejar Grady karena ngotot bahwa mobil yang dibawa Grady itu adalah miliknya. Juga ketika Terry membuat seluruh naskah novel Grady yang telah diketik sebanyak ribuan lembar terbang tertiup angin dan berhamburan, dan Grady sama sekali tidak memiliki salinannya.

It’s definitely a one man show of Michael Douglas. Meskipun nama-nama besar menghiasi film ini, toh intinya, dan bintangnya, tetep Michael Douglas. He’s one of my favorit actors. Dari film-film dia yang pernah kutonton, sejauh ini Wonder Boys (dan The Game) yang terbaik.
Pengalaman akting selama 30 tahun membuat Douglas tampil sempurna di film ini. Total banget, sampai dia naikin berat badannya belasan kilogram utk peran Grady Tripp.

Tobey juga luar biasa. He’s so gorgeous! Masih muda bangeeeettt… Dan film ini termasuk yang mengangkat namanya sebelum dia bener-bener mencuat lewat Spider-Man. Beneran linglung dan pra-dewasa labil. Yang bahkan nggak sadar kalo dia gay sebelum dia kenal dengan Terry Crabtree.
Nggak ada yang spesial dari Katie Holmes di film ini. Menurutku. Dan memang nggak banyak yang bisa dijelajah dari karakter dia di film ini karena penampilannya nggak intens dan dia ‘hanya’ sekadar murid Grady yang tinggal serumah dan seorang penulis, karena dia sudah pernah menerbitkan buku.

and that’s all about Wonder Boys

Mengenai judul, sepertinya yang dimaksud ‘anak ajaib’ bukan hanya James Leer, tapi juga Grady Tripp. Karena meskipun si Grady pernah menyebut James dengan julukan itu, tapi sebenarnya pesan yang ingin ditunjukkan oleh film ini adalah bagaimana Grady akhirnya bisa mengambil keputusan penting dalam hidupnya, dan untuk sekali dalam hidupnya dia memperjuangkan sesuatu yang benar-benar dicintainya. Entah berjuang demi cintanya pada sang rektor, ataupun pada profesinya sebagai penulis.

Dan di akhir film justru awal dari kehidupan Grady yang sebenarnya… :)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s