Chicago (2002)

With the right song and dance, you can get away with murder.”

Kalimat itu adalah tagline film Chicago. Film musikal produksi Miramax itu meraih 6 piala Oscar di tahun 2003, termasuk memenangi kategori film terbaik. Luar biasa.

Film ini sebenarnya disadur dari drama Broadway berjudul sama. Disutradarai Bob Marshall (Nine, Memoirs of a Geisha), sutradara Broadway sekaligus koreografer handal yang dipercaya bisa memberikan sentuhan eksklusif tanpa mengurangi dan menghilangkan detil-detil penting Chicago, serta tahu kapan saja dan di bagian mana saja kamera harus menyorot tarian para pemainnya. Karena seperti yang diakui banyak orang, membuat film drama musikal itu tidak segampang membuat film drama biasa. Apalagi kalau film itu disadur dari drama terkenal Broadway, orang punya ekspektasi tinggi dengan apa yang akan mereka lihat di layar lebar nanti.

Film ini mengisahkan tentang Roxie Hart (Renee Zellweger), wanita muda yang polos, telah menikah dan punya mimpi untuk jadi artis panggung terkenal. Dia melakukan apa saja agar bisa jadi artis panggung, termasuk berselingkuh dari suaminya yang lugu dan cenderung tolol, Amos Hart (John C. Reilly), dengan pria lain yang berjanji akan mengenalkannya dengan produser agar dia bisa menjadi artis terkenal.
Saat mengetahui bahwa pria selingkuhannya itu hanya memanfaatkan dia untuk kebutuhan seks, Roxie marah besar. Dan setelah terlibat pertikaian kecil, Roxie tanpa sadar menembak pria itu. Karena panik luar biasa, tanpa sadar Roxie mengakui perbuatannya. Dan akhirnya dia masuk penjara.

Di penjara Roxie bertemu dengan Velma Kelly (Catherine Zeta-Jones). Velma adalah artis panggung terkenal yang dipenjara karena telah membunuh suami dan kakaknya yang berselingkuh di belakangnya. Roxie sangat mengidolakan Velma, dia selalu bermimpi untuk bisa menjadi seterkenal Velma. Namun setelah mengenal karakter Velma yang sebenarnya, yang ternyata memang menjengkelkan, egois, angkuh dan suka menindas, Roxie berubah pikiran dan bersikap memusuhi Velma.

Velma sangat berambisi untuk segera keluar dari penjara dan membangun karirnya lagi. Dia didampingi pengacara terkenal, Billy Flynn (Richard Gere), seorang yang tidak pernah kalah dalam membela kliennya. Billy adalah orang yang cenderung munafik dan licik, dia mencari perhatian dan simpati dari masyarakat Chicago lewat berita dan sensasi tentang Velma yang dimuat di surat kabar. Dia adalah tipe orang yang bisa memutarbalikkan fakta dan memprovokasi orang dengan kata-katanya sehingga orang bisa berbalik jatuh iba pada kliennya dan tidak lagi menuduh kliennya sebagai tersangka. Billy sangat menikmati dirinya di bawah sorotan media. Pada intinya, dia membuat dirinya sendiri terkenal dengan membela wanita-wanita itu.

Dan itu pula yang Billy lakukan pada Roxie. Atas saran Matron alias Mama Morton (Queen Latifah), sipir penjara wanita, Roxie merekrut Billy. Pada akhirnya, publik jatuh hati pada kisah hidup Roxie, wanita lugu yang ingin menjadi artis tapi malah ditipu oleh pria brengsek. Melihat bahwa Roxie sedang disorot media, Billy habis-habisan tampil di depan publik. Dia meninggalkan semua kliennya yang kisahnya sudah tidak dianggap menarik lagi oleh masyarakat Chicago. Termasuk Velma.
Dan di sinilah semua bermula, perseteruan Velma dan Roxie yang berebut pengacara, ketenaran, dan simpati masyarakat Chicago.

Satu kata: jenius! Musikal yang jenius! Aku belum pernah liat Moulin Rouge secara utuh, jadi aku nggak bisa membandingkannya dengan film ini. Tapi kalau dibandingkan dengan The King and I (drama musikal thn 1956), atau The Sound of Music (1965), atau bahkan Grease (1978), aku paling suka Chicago.
Ide ceritanya berdasarkan kisah nyata, dan lagu-lagunya luar biasa cantiknya. Aku suka jazz, jadinya ya begitu deh. Hehehe…

It’s all about jazz, you know. Chicago, and all that jazz.

Film ini meraih Oscar utk kategori film terbaik, nominasinya dibacakan oleh pasangan bapak-anak yang merupakan legenda Hollywood, Kirk dan Michael Douglas. Di mana istri Michael, Zeta-Jones, mendapat Oscar utk kategori pemeran pembantu wanita terbaik. Richard Gere juga dapet Golden Globe pertamanya lewat peran Billy Flynn.

This is a very serious case. Once you deal with this movie, you’ve got to all out. Karena setiap pemainnya dituntut untuk bisa nari dan nyanyi. Okelah kita tahu Zeta-Jones mengawali karir di panggung Broadway London, dan dia pernah bikin album. For the record, dia bisa nari dan nyanyi.
Richard Gere pernah terlibat produksi panggung Grease di London juga, dia jadi Danny Zukko! Hahaha.. Jadi dia punya pengalaman nari. Meski dia sendiri ngaku nggak bisa nyanyi, tapi kita tahu dia punya bakat musik yg luar biasa. Ingat Pretty Woman? Ada adegan Richard main piano di restoran? Itu komposisi ciptaannya! :D
Renee Zellweger juga berusaha keras mengembangkan kemampuan nyanyinya. Meski dia awalnya menolak mati-matian peran ini gara-gara dia sudah putus asa waktu gagal dapet peran di Moulin Rouge.
Queen Latifah? Kita nggak perlu tanya lagi lah. Cukup tahu kemampuan menyanyinya yang emang oke.
John C. Reilly? OMG… he’s so pathetic! Dalam semua hal! Maksudku, perannya sebagai Amos Hart. Ngomong biasa aja melas, apalagi pas nyanyi yang sendu-sendu. Dapet banget!

Dengerin aja Zeta-Jones di awal film dengan lagu (yang katanya) jazz paling terkenal di tahun ’70an, All That Jazz, yang ngebuat dia rela nggak dapet peran utama karena dia pengen banget nyanyikan lagu ini. Auranya sangat terasa klasik. Dia juga nyumbang suara di I Can’t Do It Alone, koreografi terkenal dan luar-biasa-keren-mampus-lo-mesti-liat Cell Block Tango, sama I Move On (duet sama Renee).
Lantas Roxie, yang dinyanyikan Renee. Terdengar obsesif dan narsis. Dan meski menolak mati-matian, kita nggak bisa memungkiri kalau Renee oke banget mainnya. Aku jengkel setengah mati sama karakternya.
Yang paling ditunggu-tunggu tentu saja Razzle Dazzle-nya opa Richard. Bagian dia nyanyi ini di film ini adalah bagian paling ekstravaganza, menurutku. Dan kita bisa lihat Richard nge-tap dance di film ini. Keren gelaaa…

Luar biasa lah. Ditonton saja. Kapan lagi kita bisa nonton film yang menggabungkan aktor aktris terkenal sekaliber mereka? Richard Gere, Reilly, Zeta-Jones, Zellweger, dan Latifah dalam satu layar. Belum termasuk Lucy Liu, yang dapet peran kecil sebagai Kitty, aktris muda yang tersandung kasus pembunuhan. Meski tampil sekilas, tp membekas. Serius deh.

Buatku pribadi, kalo film ini adalah mata kuliah, nilainya AB. AB+ deh!
Nanggung ya? Hehehee.. Emang. Soalnya entah kenapa ending-nya antiklimaks. Menurutku, lho…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s