I’ve Finally Found Someone

Bryan:
I finally found someone, that knocks me off my feet
I finally found the one, that makes me feel complete

Barbra:
We started over coffee, we started out as friends
It’s funny how from simple things, the best things begin

Bryan:
This time it’s different
It’s all because of you
It’s better than it’s ever been

Both:
‘Cause we can talk it through

Barbra:
Oohh, my favorite line was, “Can I call you sometime?”
It’s all you had to say

Both:
To take my breath away
This is it, oh, I finally found someone
Someone to share my life
I finally found the one, to be with every night

Barbra:
‘Cause whatever I do

Bryan:
It’s just got to be you
My life has just begun
I finally found someone

Bryan:
Did I keep you waiting,

Barbra:
I didn’t mind

Bryan:
I apologize,

Barbra:
Baby, that’s fine

Bryan:
I would wait forever

Both:
Just to know you were mine

Bryan:
You know I love your hair

Barbra:
Are you sure it looks right?

Bryan:
I love what you wear

Barbra:
Isn’t it the time?

Bryan:
You’re exceptional

Both:
I can’t wait for the rest of my life . . .
This is it, oh, I finally found someone
Someone to share my life
I finally found the one, to be with every night

Barbra:
‘Cause whatever I do,

Bryan:
It’s just got to be you
My life has just begun
I finally found someone,

Barbra:
Whatever I do,

Bryan:
It’s just got to be you

Both:
My life has just begun
I finally found someone

Written by: Barbra Streisand, Marvin Hamlisch, R. J. Lange, & Bryan Adams

Aku udah tau lama sih tentang lagu ini. Cuma aku baru bener-bener kesengsem sama lagu ini pas diputer di infotainment, buat backsound liputan pernikahan Yenny Wahid & Dhohir Farisi. :)
Nggak ada yang bilang kalau lagu ini nggak romantis. Tembak mati aja aku kalau ada yang bilang lagu ini biasa aja. Liriknya begitu simpel, sangat apa adanya, tapi seperti mengungkapkan semuanya. Sejak awal mereka ketemu, awal mereka berteman, sampai akhirnya mereka saling menerima apa adanya.

Aku kecentok sama bagian lirik, “We started over coffee, we started out as friends. It’s funny how from simple things, the best things begin.
Can I have something like that? Hehehe… Bahkan sampai sekarang aku belum punya bayangan nanti aku akan bersama dengan orang yang seperti apa. Apa dia teman lamaku? Apa dia mantanku? Apa dia orang yang baru 3 bulan aku kenal? Apa dia dosenku? Apa dia psikolog yang jauh lebih tua? Ataukah dia dokter yang juga tetanggaku? :P

Bicara soal pasangan, kanjeng ibu sudah tanya-tanya, “Kamu sudah punya pacar apa belum?”
“Belumlah. Kenapa?”
“Nggak pengen ta punya pacar?”
“Ya, nanti dululah…”

Jawaban ‘ya, nanti dululah’ itu adalah jawaban paling fleksibel! Bisa berarti ‘ya, nanti dululah… kalau sudah nemu orang yang cocok.’ atau ‘ya, nanti dululah… kalau cowo yang tak kejar itu mau sama aku.’
Meskipun kanjeng ibu pasti berpikir jawabanku itu menjurus ke yang pertama.

“Lah, kamu sudah ada pandangan apa belum lho?” tanya kanjeng ibu lagi.
“Nggak ada…”

Dan ini jawaban jujur. Karena aku juga belum punya pandangan seperti apa. Kalau aku naksir cowok sekarang ini, aku juga nggak segitunya berharap dia jadi suamiku satu saat nanti. Muluk-muluk banget. Paling pandangan ingin punya suami yang jauh lebih tua, tapi toh kalau nggak keturutan juga nggak enak. Jadi ya lebih baik diam sajalah. Kita lihat aja nanti.

I’m about 20 in couple months. Mengingat kanjeng ibu dulu menikah di usia yang sama, makanya beliau mulai bertanya-tanya soal pasangan. Disamping itu, karena beliau membantu persiapan pernikahan kakak sepupuku, jadinya beliau terbawa suasana. Ya, kakak sepupu yang dulu mau dijodohkan sama aku oleh eyang! Hahaha. Akhirnya dia menemukan jodohnnya sendiri. Lewat Facebook!

I used to think that cyber love is kinda nonsense. Tahulah, kenalan lewat internet, pacaran tanpa tahu orangnya seperti apa. Lah kok masku itu kurang lebih mengalaminya, dan sekarang sudah mantap menikah dengan calonnya. Ya, dia sudah pernah ketemulah dengan cewenya. Sudah kenal dengan keluarganya juga. Jadinya ya nggak heran lagi kalau bulan depan ini bakal lamaran. Lagipula masku udah lumayan, udah 30an. Jadinya emang sudah waktunya. Aku ikut senang. Budeku sendiri juga sudah pengen punya cucu, sepertinya. Dia seneng banget waktu aku kasih tau foto calon mantunya yang ada di Facebook. :D

Tuh kan, kalau sudah nulis jadinya kemana-mana. Aku selalu kehilangan inti tulisanku sendiri.

Oh, ya. Untuk seseorang yang meniru panggilan kesayangan khayalanku untuk Bang Syamir dulu… you’re bollocks!

Aku dulu main-main di Twitter, ngayal kalau Abang twitteran juga dan manggil aku ‘Sugar’. :)) Hahahaha.
Aku balas manggil dia ‘My Coffee Boy’ atau kadang ‘My Milktea Man’. :)) Little did I know that it was cheesy. Tapi kan itu ceritanya ngayal. Jijik juga kali kalo manggil pacar begitu. Hehehehe.
Tapi ada gitu orang yang niru-niru ngasih julukan ke dia sendiri dan ke pacarnya seperti itu. Bagaimana aku bisa tahu? Tahulah! I’m not that dumb and I’m not that innocent!
Just bugger off, dear.
Say you’re own words, make up your own nickname for you and your girl. You’ve got to get over me.
Meniru panggilanku berarti kamu masih mencari tahu tentang aku, kan? Masih memikirkan aku?

Think about it. Don’t let me haunting you for the rest of your life…
Oh, I’m sorry. You don’t have one, do you? Then you just need to get a life! :)

Cheers.

Blogged with the Flock Browser
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s