The Invention of Lying (2009)

Film ini, sesuai dengan judulnya, berisi tentang bagaimana kebohongan itu diciptakan. Di dunia yang ada di film ini, semua orang berkata jujur dan mengucapkan apa saja, semuanya, yang ada di pikiran mereka. Baik, buruk, menyenangkan, maupun yang menyebalkan.
Kebohongan pertama yang diciptakan terjadi ketika orang ini sedang membutuhkan uang untuk membayar uang sewa apartemennya. Dan saat seseorang dengan begitu mudahnya mempercayai kebohongan yang dia ucapkan, dia merasa dia bisa membuat hidupnya lebih mudah dan jadi seperti apa yang dia inginkan. Dan saat ibunya sekarat, dia mengarang satu hal fiksi tentang kehidupan setelah kematian agar ibunya tidak takut menghadapi kematian. Dan dari situlah semua hal fiksi tentang kehidupan setelah kematian yang dia karang membuatnya terkenal, karena semua orang ingin tahu apa yang terjadi setelah mereka meninggal dan dia mengarang hal-hal tersebut dan berpura-pura bahwa ‘The Man in the Sky‘ yang mengatakan semua itu melalui dirinya.

Adalah Mark Bellison (Ricky Gervais), seorang penulis naskah berusia 40an yang baru dipecat dari tempatnya bekerja, bangkrut, dan merasa dirinya pecundang, yang menciptakan kebohongan-kebohongan tersebut. Dan Anna McDoogles (Jennifer Garner) adalah love interest Mark di film ini. Anna cantik, sukses, dan ingin hal sempurna mengisi hidupnya.
Di dunia yang hanya berisi kebenaran, apakah kebohongan-kebohongan Mark bisa membuat Anna jatuh hati padanya?

I don’t want to throw the whole story, I just want to tell you that this is a worth to watch movie. Another kind, another else way to give movie goers a romantic-fantasy-comedy movie. Giving the world another point of view of the truth. I like the idea of this movie. :)

Dibawakan dengan gambar yang cantik, dialog yang catchy, cast yang oke punya: (selain Ricky Gervais dan Jen Garner) Rob Lowe, Jonah Hill, Jason Bateman, Tina Fey (cuma peran kecil di awal film sebagai sekretaris Mark), dll. And yeah, I admit it, I wanted to watch this movie only because of Tina Fey. Tapi ternyata filmnya oke. Meski ada hal-hal kecil yang mengganjal buatku dan membuatku bertanya-tanya.

Contoh: kalau orang-orang ini tidak mengenal ‘tuhan’, dan Mark mengarang ‘The Man in the Sky’ sebagai ‘yang membisiki dia segala sesuatu tentang hidup dan mati’, kenapa pastur yang menikahkan Anna memakai salib? Aku yakin tidak ada agama di dalam film ini.

Dan, sepanjang film aku berharap tidak ada kata ‘believe‘ yang diucapkan. Namun nyatanya ada. Satu kali, setahuku. Sayang. Karena, dilogika aja, kalau orang-orang ini tidak pernah berkata bohong (bahkan Mark tidak tahu apa nama hal yang dilakukannya), kenapa harus ada kata ‘percaya’ di dunia mereka? Kenapa mereka harus ‘tidak percaya’ ketika semua orang berkata yang sebenarnya? Kenapa harus ‘tidak percaya’ ketika semua orang selalu percaya dengan semua hal? Ya, kan?

Itu aja, sih. Dan on the note, filmnya menghibur. Lucu. Mungkin tidak memberi pencerahan, atau pesan moral, namun cukuplah untuk memberikan kita sudut pandang lain tentang komedi romantis. Tapi kalau boleh menangkap pesan dari film ini, I should say that one lie might not be hurting. Bisa saja berbohong demi kebaikan dan kebahagiaan orang lain. :)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s