Crazy, Stupid, Love (2011)

Komedi romantis yang muncul di pertengahan tahun 2011 ini sudah diantisipasi oleh penikmat film. Hal itu dikarenakan cast-nya yang ‘keroyokan’ (itu istilah yang aku pakai kalau dalam satu film diisi oleh aktor-aktris yang beken-beken). Sebut saja Steve Carell (Date Night, Dinner for Schmucks), Emma Stone (Zombieland, Easy A), Ryan Gosling (The Notebook), Julianne Moore (The Kids Are All Right). Sudah ramai? Aku bahkan belum menyebut Kevin Bacon, Marisa Tomei, Julianna Guill, Jonah Bobo, dan… Josh Groban! :)) Apa yang kira-kira Josh Groban lakukan di film ini? Nyanyi? Hmm… :))

TAPI… film ini tidak hanya mengandalkan kekuatan dari para pemerannya. Cerita dan bagaimana alur kisahnya ini dibawakan memberi nilai lebih pada komedi romantis yang superringan untuk ditonton ini. ;)

Cal dan Emily Weaver (Steve Carell dan Julianne Moore, I know. One lucky funny man…) adalah sepasang suami istri yang sudah menikah selama 25 tahun. Suatu hari, Emily mengaku kalau dia ‘tidur’ dengan pria lain. Karena itu dan lain hal, dia minta cerai dari Cal.

Brokenhearted Cal lantas keluar dari rumah mereka, pindah ke apartemen baru, dan menghabiskan waktu di bar untuk mabuk-mabukan. Sampai suatu hari, Jacob (Ryan Gosling), pengunjung tetap bar itu, tertarik untuk ‘memperbaiki’ Cal. Jacob sendiri adalah seorang cassanova. Dia selalu berhasil menggaet wanita tipe apapun. Dan itulah yang diajarkannya pada Cal. Dia mengubah Cal menjadi pria yang menarik dan mengajarinya untuk ‘balas dendam’ pada mantan istrinya dengan menjadi pria yang diinginkan banyak wanita.

Jacob sendiri suatu saat luluh pada seseorang bernama Hanah (Emma Stone), calon pengacara, perempuan baik-baik, dan memiliki seorang pacar yang menyebalkan, Richard (Josh Groban). Jacob merasa Hanah adalah seorang game changer. Dan kelakuannya berubah 180′ saat dia dekat dengan Hanah.

Cal pun disadarkan oleh putranya yang masih berusia 13 tahun (yang diperankan Jonah Bobo, si kecil yang menjadi adik Josh Hutcherson di film Zathura itu, sekarang dia sudah besar!) bahwa kalau Cal percaya Emily adalah belahan jiwanya, dia seharusnya memperjuangkan hubungan mereka. Bukannya menyerah dan membiarkan ibunya digaet pria lain.

Aku tidak pandai menangkap pesan moral dalam sebuah film. Aku cenderung nontonin film itu dari awal sampai akhir dan menikmatinya tanpa memikirkan isinya dan pesan-pesan tersiratnya. Tapi yang aku tangkap dari film ini adalah kalau memang orang itu adalah cinta sejatimu, atau kamu yakini dia sebagai belahan jiwamu, maka tidak ada satupun yang dapat mengubah rasa sayangmu padanya. Tidak kesalahannya, tidak kebencianmu padanya, tidak juga pengkhianatannya, ataupun rasa sakit yang sudah dia torehkan di hatimu (duileh). Karena seperti kalimat gombal yang selalu orang katakan (yang belum pernah aku rasakan, makanya aku bilang gombal), “Cinta selalu memaafkan.” :)

Dengan rating 7,6 di IMDb, dan 78% dari Rotten Tomatoes (which means high enough for film these days), aku rasa aku wajib menganjurkan orang lain untuk menonton film ini. Mungkin ide ceritanya tidak fresh, tapi cara mereka membawakan kisah itu yang membuatnya menarik. Buatku, enam menit pertama sebuah film sudah cukup untuk merasakan apakah film itu menarik atau tidak. Dan film ini bahkan membuatku tidak sadar dengan standar enam menit itu saat setengah jam pertama menontonnya. :D

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s