Movies

A Christmas Tale / Un Conte de Noël (2008)

This movie really fascinates me. It hooked me right in from the beginning to the end. Having said that, I also understand why some people would say they can’t stand this movie.

Sure, if you compare this movie with the typical holiday, family movies Hollywood usually make, A Christmas Tale is definitely the complete opposite of them. This movie is like the antithesis of all those upbeat, funny, light, and completely resolved flicks.

A Christmas Tale will make you wonder, uncomfortable, intrigued, and laugh (this one is not granted, but I did laugh at some points). (more…)

Advertisements

From “Harold and Maude” (1971)

If You Want to Sing Out, Sing Out by Cat Stevens (1971)

Well, if you want to sing out, sing out
And if you want to be free, be free
‘Cause there’s a million things to be
You know that there are

And if you want to live high, live high
And if you want to live low, live low
‘Cause there’s a million ways to go
You know that there are

You can do what you want
The opportunity’s on
And if you can find a new way
You can do it today
You can make it all true
And you can make it undo
you see it’s easy
You only need to know

Well if you want to say yes, say yes
And if you want to say no, say no
‘Cause there’s a million ways to go
You know that there are

And if you want to be me, be me
And if you want to be you, be you
‘Cause there’s a million things to do
You know that there are (more…)

Crazy, Stupid, Love (2011)

Komedi romantis yang muncul di pertengahan tahun 2011 ini sudah diantisipasi oleh penikmat film. Hal itu dikarenakan cast-nya yang ‘keroyokan’ (itu istilah yang aku pakai kalau dalam satu film diisi oleh aktor-aktris yang beken-beken). Sebut saja Steve Carell (Date Night, Dinner for Schmucks), Emma Stone (Zombieland, Easy A), Ryan Gosling (The Notebook), Julianne Moore (The Kids Are All Right). Sudah ramai? Aku bahkan belum menyebut Kevin Bacon, Marisa Tomei, Julianna Guill, Jonah Bobo, dan… Josh Groban! :)) Apa yang kira-kira Josh Groban lakukan di film ini? Nyanyi? Hmm… :))

TAPI… film ini tidak hanya mengandalkan kekuatan dari para pemerannya. Cerita dan bagaimana alur kisahnya ini dibawakan memberi nilai lebih pada komedi romantis yang superringan untuk ditonton ini. ;)

Cal dan Emily Weaver (Steve Carell dan Julianne Moore, I know. One lucky funny man…) adalah sepasang suami istri yang sudah menikah selama 25 tahun. Suatu hari, Emily mengaku kalau dia ‘tidur’ dengan pria lain. Karena itu dan lain hal, dia minta cerai dari Cal.

Brokenhearted Cal lantas keluar dari rumah mereka, pindah ke apartemen baru, dan menghabiskan waktu di bar untuk mabuk-mabukan. Sampai suatu hari, Jacob (Ryan Gosling), pengunjung tetap bar itu, tertarik untuk ‘memperbaiki’ Cal. Jacob sendiri adalah seorang cassanova. Dia selalu berhasil menggaet wanita tipe apapun. Dan itulah yang diajarkannya pada Cal. Dia mengubah Cal menjadi pria yang menarik dan mengajarinya untuk ‘balas dendam’ pada mantan istrinya dengan menjadi pria yang diinginkan banyak wanita.

Jacob sendiri suatu saat luluh pada seseorang bernama Hanah (Emma Stone), calon pengacara, perempuan baik-baik, dan memiliki seorang pacar yang menyebalkan, Richard (Josh Groban). Jacob merasa Hanah adalah seorang game changer. Dan kelakuannya berubah 180′ saat dia dekat dengan Hanah.

Cal pun disadarkan oleh putranya yang masih berusia 13 tahun (yang diperankan Jonah Bobo, si kecil yang menjadi adik Josh Hutcherson di film Zathura itu, sekarang dia sudah besar!) bahwa kalau Cal percaya Emily adalah belahan jiwanya, dia seharusnya memperjuangkan hubungan mereka. Bukannya menyerah dan membiarkan ibunya digaet pria lain.

Aku tidak pandai menangkap pesan moral dalam sebuah film. Aku cenderung nontonin film itu dari awal sampai akhir dan menikmatinya tanpa memikirkan isinya dan pesan-pesan tersiratnya. Tapi yang aku tangkap dari film ini adalah kalau memang orang itu adalah cinta sejatimu, atau kamu yakini dia sebagai belahan jiwamu, maka tidak ada satupun yang dapat mengubah rasa sayangmu padanya. Tidak kesalahannya, tidak kebencianmu padanya, tidak juga pengkhianatannya, ataupun rasa sakit yang sudah dia torehkan di hatimu (duileh). Karena seperti kalimat gombal yang selalu orang katakan (yang belum pernah aku rasakan, makanya aku bilang gombal), “Cinta selalu memaafkan.” :)

Dengan rating 7,6 di IMDb, dan 78% dari Rotten Tomatoes (which means high enough for film these days), aku rasa aku wajib menganjurkan orang lain untuk menonton film ini. Mungkin ide ceritanya tidak fresh, tapi cara mereka membawakan kisah itu yang membuatnya menarik. Buatku, enam menit pertama sebuah film sudah cukup untuk merasakan apakah film itu menarik atau tidak. Dan film ini bahkan membuatku tidak sadar dengan standar enam menit itu saat setengah jam pertama menontonnya. :D

New Year’s Eve Trailer

I was really excited when I knew that Garry Marshall would make another movie that based on Valentine’s Day’s character (though it’s not really happening). Dan lebih seru lagi karena ada Michelle Pfeiffer yang juga main di film ini, dia ada di satu plot dengan Zac Efron (aku berharap bagian mereka itu cerita cinta, soalnya itu bakalan jadi cerita cinta beda usia jauh. hehehe..)

Direncanakan akan jadi sekuel Valentine’s Day namun ternyata batal. Karena karakter yang diperankan Jessica Biel dan Hector Elizondo (dua aktor yang tampil di Valentine’s Day) mengalami perubahan. Meski masih mengusung gaya multiplot (di mana dalam satu film ada lebih dari satu cerita yang masih memiliki benang merah), maka jelas kalau film ini bakal diisi (lagi) sama aktor-aktor papan atas Hollywood.

Selain empat nama yang sudah aku sebutkan di atas, siap-siap kaget dengan nama-nama yang bakal aku sebutin yang termasuk dalam ensemble cast-nya New Year’s Eve. :D
Ada Ashton Kutcher, Robert DeNiro, Seth Meyers, Katherine Heighl, Josh Duhamel, Abigail Breslin, Hillary Swank, Lea Michelle, Halle Berry, Sarah Jessica Parker, Jon Bon Jovi, Sofia Vergara, Ryan Seacrest, Greg Kinnear, Cam Gigandet, sampai Meg Ryan!

Edan. Garry Marshall nggak main-main kalau mau bikin film yang brutal sama bintang-bintang begini.

Tapi bukan jaminan juga sih dengan pemain sebanyak dan seterkenal itu bisa bikin film yang oke. Buktinya Valentine’s Day biasa aja. Terlalu biasa malah untuk ukuran film dengan pemain-pemain beken dan diarahkan oleh seorang Garry Marshall. Tidak terlalu berkesan. Dan yang main di Valentine’s Day juga sama-sama kecenya (meski nggak sebanyak ini).

Kalau dilihat dari trailer-nya sih rasanya, rasanya lho ya, biasa aja. Karakter Ashton Kutcher kok kayaknya begitu-begitu lagi (mirip dengan karakternya di Valentine’s Day). Tapi semoga saja nggak ‘gitu-gitu aja’. Semoga membawa nuansa baru untuk film komedi romantis di awal tahun 2012. :)

The Invention of Lying (2009)

Film ini, sesuai dengan judulnya, berisi tentang bagaimana kebohongan itu diciptakan. Di dunia yang ada di film ini, semua orang berkata jujur dan mengucapkan apa saja, semuanya, yang ada di pikiran mereka. Baik, buruk, menyenangkan, maupun yang menyebalkan.
Kebohongan pertama yang diciptakan terjadi ketika orang ini sedang membutuhkan uang untuk membayar uang sewa apartemennya. Dan saat seseorang dengan begitu mudahnya mempercayai kebohongan yang dia ucapkan, dia merasa dia bisa membuat hidupnya lebih mudah dan jadi seperti apa yang dia inginkan. Dan saat ibunya sekarat, dia mengarang satu hal fiksi tentang kehidupan setelah kematian agar ibunya tidak takut menghadapi kematian. Dan dari situlah semua hal fiksi tentang kehidupan setelah kematian yang dia karang membuatnya terkenal, karena semua orang ingin tahu apa yang terjadi setelah mereka meninggal dan dia mengarang hal-hal tersebut dan berpura-pura bahwa ‘The Man in the Sky‘ yang mengatakan semua itu melalui dirinya.

Adalah Mark Bellison (Ricky Gervais), seorang penulis naskah berusia 40an yang baru dipecat dari tempatnya bekerja, bangkrut, dan merasa dirinya pecundang, yang menciptakan kebohongan-kebohongan tersebut. Dan Anna McDoogles (Jennifer Garner) adalah love interest Mark di film ini. Anna cantik, sukses, dan ingin hal sempurna mengisi hidupnya.
Di dunia yang hanya berisi kebenaran, apakah kebohongan-kebohongan Mark bisa membuat Anna jatuh hati padanya?

I don’t want to throw the whole story, I just want to tell you that this is a worth to watch movie. Another kind, another else way to give movie goers a romantic-fantasy-comedy movie. Giving the world another point of view of the truth. I like the idea of this movie. :)

Dibawakan dengan gambar yang cantik, dialog yang catchy, cast yang oke punya: (selain Ricky Gervais dan Jen Garner) Rob Lowe, Jonah Hill, Jason Bateman, Tina Fey (cuma peran kecil di awal film sebagai sekretaris Mark), dll. And yeah, I admit it, I wanted to watch this movie only because of Tina Fey. Tapi ternyata filmnya oke. Meski ada hal-hal kecil yang mengganjal buatku dan membuatku bertanya-tanya.

Contoh: kalau orang-orang ini tidak mengenal ‘tuhan’, dan Mark mengarang ‘The Man in the Sky’ sebagai ‘yang membisiki dia segala sesuatu tentang hidup dan mati’, kenapa pastur yang menikahkan Anna memakai salib? Aku yakin tidak ada agama di dalam film ini.

Dan, sepanjang film aku berharap tidak ada kata ‘believe‘ yang diucapkan. Namun nyatanya ada. Satu kali, setahuku. Sayang. Karena, dilogika aja, kalau orang-orang ini tidak pernah berkata bohong (bahkan Mark tidak tahu apa nama hal yang dilakukannya), kenapa harus ada kata ‘percaya’ di dunia mereka? Kenapa mereka harus ‘tidak percaya’ ketika semua orang berkata yang sebenarnya? Kenapa harus ‘tidak percaya’ ketika semua orang selalu percaya dengan semua hal? Ya, kan?

Itu aja, sih. Dan on the note, filmnya menghibur. Lucu. Mungkin tidak memberi pencerahan, atau pesan moral, namun cukuplah untuk memberikan kita sudut pandang lain tentang komedi romantis. Tapi kalau boleh menangkap pesan dari film ini, I should say that one lie might not be hurting. Bisa saja berbohong demi kebaikan dan kebahagiaan orang lain. :)

When Harry Met Sally, and Sharon Bit Him, and He Ate Sharon!

Video ini aku dapet setelah baca-baca artikel terbaru Helen Mirren di salah satu situs seleb internasional. Begitu baca kalimat, “Funny or Die”, aku langsung nyadar kalau video ini pasti dibuat sebagai parodi. Dan judulnya begitu mengundang selera untuk segera ngeklik tombol ‘download‘: When Harry Met Sally 2.

Dan begitu ditonton, ternyata memang begitu longor, saudara-saudara… ~_~

Bagi anda yang sudah pernah lihat film hit komedi romantis Meg Ryan dan Billy Crystal di tahun 1989 itu, maka anda pasti tahu apa saja adegan-adegan yang memorable di film itu. Dan beberapa di antaranya masuk di video sarap ini.

Jadi When Harry Met Sally 2 bercerita tentang Sally (Meg Ryan) yang sudah meninggal. Dan kini Harry (Billy Crystal) tinggal di perumahan dengan para pensiunan karena anak-anaknya nggak mau ayah mereka terus ada di rumah meratapi kepergian ibu mereka.
Saat makan siang di restoran, yang diisi dengan orang-orang tua, Harry mendengar suara seorang perempuan yang begitu lantang dan cerewet, meminta menu makan siang yang sebegitu rumit pada pelayan sampai pelayannya senewen. Seketika Harry teringat pada Sally, karena Sally sendiri begitu bawel kalau berurusan dengan makanan yang dia pesan.
Akhirnya Harry menghampiri perempuan itu… yang ternyata adalah… yap, Sharon. Dame Helen Mirren. Harry fell for her at the first sight.

Ternyata, Sharon, yang meski sudah sama tuanya dengan Harry, adalah seorang vampir! Adegan Harry dan Sally di tempat tidur yang berakhir dengan mereka berciuman dan making love, di parodi ini berakhir dengan Sharon menggigit leher Harry dan… making love.
EWWWW!!! I swear I didn’t know what to do. Jijik ngelihat kakek nenek selesai begituan, tapi juga ngakak karena ekspresi Harry dan Sharon mirip banget sama Harry dan Sally di film aslinya!

Dan terkuaklah judul film itu. Grampires: When Sharon Bit Harry.
Dengan tagline: “Getting old sucks.

Esoknya, terjadi percakapan di ruang bermain bingo,
Harry: What did you do to me?! *sambil nunjuk ke bekas gigitan di lehernya*
Sharon: What? Did you say you wanted to spend the rest of your life with me?
Harry: Yeah! 10-15 years tops. But not for eternity!

I cracked up!!! :)))))

Video ini begitu longor, sampe-sampe sakit perut nontonnya. Tentunya buat yang udah pernah nonton fim aslinya, pasti ngakak karena mashed-up filmnya dengan Twilight begitu dodol luar biasa!
Bahkan ada adegan Sharon fake orgasm setelah gigit leher kakek tua. Seperti Sally yang juga pura-pura orgasme di restoran waktu makan sama Harry. Luar biasa tolol.

Dan video ini diakhiri dengan wawancara Sharon dan Harry (lagi-lagi, seperti di film aslinya yang ngewawancara pasangan-pasangan tentang gimana mereka ketemu dan sudah berapa lama menikah). Dan ada sekuel lainnya untuk mereka. Grombies: When Harry Ate Sharon!

Kalo udah pernah lihat When Harry Met Sally dan Twilight, coba lihat ini. Bilang ke aku gimana lontongnya sekuel jadi-jadian ini. You’ll die laughing. You tell me.

Happy cracking up! :))

The Notebook (2004)

Sudah sering aku dengar tentang film ini dari teman-teman. Dan nggak pernah sedikitpun ingin nonton karena aku pikir, “It’s gonna be just like other romantic movies.” Meski ratingnya di IMDb adalah 8/10. Dan RottenTomatoes ngasih 52 persen. Hadeh. Please.

Tapi nyatanya, setelah kehabisan daftar film ringan yang ingin diunduh, akhirnya aku mengunduh film ini juga. Dan langsung ditonton. Dan berakhir dengan, “This is like other romantic movies, indeed. With tears. Lots of tears.

Selama sekitar kurang dari 10 menit terakhir, air mata bercucuran tanpa henti. Dan inilah yang membuat aku jatuh hati pada The Notebook (hanya jatuh hati. Tanpa keinginan untuk melanjutkan hubungan dengan melamarnya menjadi film terfavoritku sepanjang masa). Luar biasa. Meski dalam waktu bersamaan rasanya juga biasa saja karena aku sudah banyak dengar spoiler-nya dari teman-teman. Dan sudah menonton versi bajakannya: film India yang dibintangi Kajol Mukherje.

Jadi secara ringkas, film ini mengisahkan tentang dua orang lanjut usia yang tinggal di semacam rumah sakit, di mana si bapak selalu membacakan sebuah buku pada si ibu.
Buku itu berisi sebuah kisah tentang sepasang muda-mudi bernama Noah Calhoun dan Allie Hamilton. Kisah cinta muda-mudi yang awalnya hanya summer love, lantas mendapat tentangan dari orang tua Allie karena Noah cuma pemuda miskin, dan mereka berpisah. Lantas Allie bertemu dengan pria lain dan mereka bertunangan. Tapi setelah bertahun-tahun akhirnya Allie sadar bahwa perasaannya pada Noah tidak pernah berubah. Dan cinta mereka bukan sekadar summer love seperti yang dikira orang tua Allie.

Kisah di buku itu berakhir bahagia. Dan ending kisah buku itu membawa ingatan si ibu kembali. Yang ternyata dia adalah Allie, dan bapak itu adalah Noah, dan kisah di buku itu adalah kisah cinta mereka. Yang seperti Allie tulis dengan tulisan tangannya di halaman pertama buku, “The Story of Our Lives by Allison Hamilton Calhoun. To my love, Noah. Read this to me, and I’ll come back to you.

Kisah di buku itu ditulis tangan oleh Allie sendiri, agar Noah membacakannya setiap hari agar Allie kelak dapat ingat padanya lagi. Karena Allie sendiri digerogoti Alzheimer, penyakit dementia yang membuat ingatannya mengalami degeneratif. Semakin lama, semua ingatannya menghilang. Dan ketidakinginan Allie untuk melupakan Noah membuat dia menulis buku itu dan berharap agar ketika Noah membacakan kisah cinta mereka dapat membuat Allie mengingat kembali semua kisah hidup mereka, meski hanya 5 menit dalam masa kini. Karena setelah kembali sejenak dan meminta maaf pada Noah karena sempat lupa padanya, Allie kembali lupa dan marah karena Noah tua memeluknya dan memanggilnya ‘darling‘.

Film ini sesungguhnya tidak menghibur. Meski tidak butuh film komedi untuk menghibur kita, menurutku. Buatku, film ini menyentuh. Tapi karena ukuran film menghibur bagiku adalah film yang membuatku bertahan dari awal film hingga akhir dan mendapat kesan setelahnya, maka film ini adalah film yang menghibur.

Dan yang membuat aku agak takjub adalah ternyata pemeran utama dalam film ini adalah Ryan Gosling dan Rachel McAdams! Yang memerankan Allie dan Noah ketika mereka masih muda.
Mungkin saat itu mereka belum terlalu beken. Film itu rilis tahun 2004. Dan hampir 7 tahun bergulir, kini mereka jauh lebih beken dari saat itu. Rachel McAdams dengan The Time Traveler’s Wife-nya bersama Eric Bana, dan Sherlock Holmes. Dan Ryan Gosling dengan Blue Valentine-nya.
Serta Joan Allen, pemeran ibu Allie. Yang sepanjang film membuat aku bertanya-tanya, aku pernah lihat orang ini di mana ya? Dan ternyata dia ini lawan main John Travolta di Face/Off, dan pasangan Richard Gere di Hachiko.

Film ini diadaptasi dari novel terkenal karangan Nicholas Sparks dengan judul yang sama. Disutradarai oleh Nick Cassavetes, orang yang sama yang menyutradarai film keluarga penuh air mata, My Sister’s Keeper. Sepertinya orang ini jago sekali bikin film yang bikin mewek.

Semacam kelegaan ketika sedang sumpek dan nonton film ini dan bercucuran air mata. Semua emosi menjadi satu. Apalagi mengetahui ending film ini yang beyond romantic bagiku. And yet quite tragic. Emotionally tragic.

Mungkin berlebihan. Tapi film ini begitu layak ditonton. Lebih dari sekadar layak. Dan nggak heran kalau film ini selalu masuk dalam film romantis yang patut ditonton, di setiap daftar yang dibuat oleh para kritikus film.